Ziarah Panjang Menembus Rimba Dunia Mengeluarkan Keringat, Air Mata dan Darah". Disitulah perwujudan kreasi kebudayaan dan pradaban yang berpapasan dengan Tuhan yang abadi.

Rabu, 27 Maret 2013

PENGARUH BUDAYA GLOBAL

A. BUDAYA GELOBALISASI

1.   Pengertian Budaya atau Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan dapat diartikan “ hal-hal yang bersangkutan dengan akal”.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani . Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. (Poespowardojo, 1993). 
Menurut The American Herritage Dictionary mengartikan kebudayaan adalah sebagai suatu keseluruhan dari pola prilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial, seni, agama, kelembagaan, dan semua hasil kerja dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia. Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar.
Adapun ahli antropologi yang memberikan definisi tentang kebudayaan antara lain:
  • Menurut Edward B. Taylor dalam buku yang berjudul: Primitive Culture, mendefinisikan bahwa: kebudayaan adalah keseluruhan kompleks, yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. 
  • Menurut Koentjaraningrat adalah kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. 
  • Menurut Dr. K. Kupper. Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok. 
  • William H. Haviland mengatakan bahwa kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyarakat. 
  • Sedangkan   Ki Hajar Dewantara mengatakan kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

2.   Pengertian Globalisasi
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Menurut Achmad Suparman Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja(working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Adapun konsep globalisasi menurut pendapat para ahli yaitu:

  • Menurut   Malcom Waters, globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
  • Emanuel Ritcher, globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
  • Thomas L. Friedman, globlisasi memiliki dimensi ideologi dan teknologi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.
  • Princenton N. Lyman, globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
  • Leonor Briones, demokrasi bukan hanya dalam bidang perniagaan dan ekonomi namun juga mencakup globalisasi institusi-institusi demokratis, pembangunan sosial, hak asasi manusia, dan pergerakan wanita.

3.   Budaya Global
Budaya global (global culture), yang dapat diartikan sebagai sebuah konsep yang digunakan untuk menjelaskan tentang ‘mendunianya’ berbagai aspek kebudayaan, yang di dalamnya terjadi proses penyatuan, unifikasi, dan homogenisasi. Dalam pengertian seperti ini, budaya global sering diidentikkan dengan proses ‘penyeragaman budaya’ atau ‘imperalisme budaya’. Ada juga yang mengatakan bahwa budaya global merupakan suatu proses pertukaran antar seseorang ataupun kelompok atas pengetahuan, maupun hasil-hasil alam dalam level global, dimana ini pun turut meningkatkan komunikasi antar kelompok atau perseorangan tersebut.

B. DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PRESTASI SISWA

1. Pengertian Prestasi
Prestasi merupakan suatu hasil yang telah dicapai sebagai bukti usaha yang telah dilakukan. Dengan pengertian lain, motivasi berprestasi adalah memiliki keinginan untuk menjadi terbaik. Tanpa keinginan menjadi yang terbaik, akan menyebabkan seseorang melakukan sesuatu asal-asalan atau asal jadi. Faktor pendukung prestasi:

  1. Ingin membanggakan kedua orang tua.
  2. Ingin melakukan yang terbaik untuk orang terdekat.
  3. Ingin tercapai nya cita-cita yang diharapkan.
2. Dampak Budaya Global Terhadap Perkembangan Prestasi Siswa
Globalisasi telah menciptakan dunia yang semakin terbuka dan saling ketergantungan antarnegara dan antarbangsa. Dan efek yang ditimbulkan adalah akan masuknya secara bebas nilai-nilai moral, sosial budaya, dan sebagainya yang akan berdampak pada ranah pendidikan yang cenderung akan banyaknya nilai-nilai negatif yang masuk tanpa adanya penyaringan.
Hal itu juga berimbas pada perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya terhadap perkembangan prestasi siswa yang tidak dapat dilepaskan dari pengaruh perkembangan arus globalisasi, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat.

a.    Dampak positif
Sesungguhnya budaya global sangatlah mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan dunia pendidikan utamanya dikalangan pelajar terhadap perkembangan prestasi mereka. Pada dasarnya dengan kemajuan teknologi saat ini merupakan salah satu wujud perkembangan yang nyata dalam era global.
Dengan adanya budaya global maka perkembangan teknologi, informasi, dan komunkasi dewasa ini membuka peluang bagi setiap orang untuk mengakses hal tersebut ke seluruh dunia, tak terkecuali para siswa. Informasi dari dan ke segenap penjuru dunia menyebar luas dengan amat cepat, mudah diakses setiap saat dan di manapun.
Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi ini tidak hanya dapat meningkatkan pengetahuan atau wawasan siswa, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing siswa sehingga nantinya para siswa dapat bersaing dalam meningkatkan prestasi mereka.

b.    Dampak Negatif
Siswa yang masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan sangat rentan dipengaruhi oleh kebudayaan global. Beberapa kasus yang terjadi di sekolah, mulai dari mode pakaian, rambut, sampai dengan perilaku yang meniru budaya luar dengan mudah diserap oleh siswa tanpa memikirkan segala macam akibatnya. Pergeseran perilaku siswa yang mengarah pada peniruan budaya asing lama kelamaan akan membawa dampak negatif bagi perkembangan proses belajar dan prestasi mereka. Tidak sedikit kita menemukan para siswa kelihatan santai dalam belajar, bahkan cenderung menjadi malas. Mesin-mesin penggerak globalisasi seperti komputer, internet dan handphone dapat menyebabkan kecanduan pada diri siswa. Sehingga siswa terkesan tak bersemangat dalam proses belajar, menurunkan konsentrasi belajar dan membuat siswa menjadi malas, sehingga nantinya akan berdampak pada perkembangan prestasi mereka di sekolah.
Adanya dunia maya akibat perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi selain sebagai sarana untuk mengakses informasi dengan mudah juga dapat memberikan dampak negatif bagi siswa. Terdapat pula, Aneka macam materi yang berpengaruh negatifbertebaran di internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun, termasuk siswa. Barang-barang seperti viagra, alkohol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Akses internet yang terbuka seluas-luasnya akan berdampak buruk bagi siswa jika digunakan untuk mengakses video porno, maupun gambar-gambar lainnya yang tidak sepantasnya mereka akses.
Dengan adanya dampak negatif dari budaya global tersebut jelas akan mempengaruhi perkembangan prestasi siswa.

C. ANTISIPASI DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PERKEMBANGAN SISWA

Dari paparan diatas sebenarnya tidak ada yang bahaya bagi semua pihak terutama bagi pelajar, namun bahaya itu bisa terjadi ketika pelajar itu sendiri tidak menghindar dari arus kompleksitas perubahan (inovasi) sebagai akibat canggihnya teknologi informasi dan komunikasi.

1. Antisipasi Dari Peserta Didik/Siswa.  
Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mengantisipasi berbagai pengaruh di era global ini. Bagi siswa,
langkah- langkah untuk mengantisipasi dampakbudaya global agar dengan adanya budaya global prestasi mereka dapat berkembang antara lain yaitu :
  • Meningkatkan iman dan taqwa para siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
  • Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
  • Selektif terhadap pengaruh globalisasi yang ditimbulkan.
Selain tugas utama seorang siswa yaitu belajar, seorang siswa juga harus mampu memilah dan memilih segala pengaruh yang masuk dalam dirinya, baik itu pengaruh dari teman sebayanya, lingkungannya, maupun media massa. Dampak dari pengaruh globalisasi terhadap siswa akan sangat mungkin berdampak negatif dan menghancurkan dirinya jika tidak segera ditanggulangi. Maka dari itu tiga unsur dasar bagi siswa, yaitu intelektual, emosional, dan moral sangat penting untuk mereka miliki.
Intelektual murid harus luas, agar ia bisa menghadapi arus globalisasi dan tidak ketinggalan zaman, apalagi sampai terbawa arus. Selain itu, dimensi emosional dan spiritual siswa juga harus terdidik dengn baik, agar bisa melahirkan perilaku yang baik dan bisa bertahan diantara pengaruh demoralisasi di era globalisasi dengan prinsip spiritualnya.

2.  Antisipasi Bagi Pendidik/Guru
Di era global saat ini dituntut adanya fungsi dari keberadaan guru sebagai tenaga professional, yang mampu meningkatkan martabat serta mampu melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi dan prestasi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa.
Guru sebagai pengajar dan pendidik, memang tidak hanya harus membina para murid segi kognitif dan psikomotoriknya demi peningkatan nilai angka. Akan tetapi, seorang guru sangat dituntut agar apa yang ia kerjakan dipraktekan oleh para muridnya dalam kehidupan.
Guru adalah orang yang bertanggung jawab atas peningkatanprestasi, moral pelajar dan juga kemerosotannya. Untuk itu tugas guru tidak terbatas pada pengajaran mata pelajaran, tapi yang paling penting adalah pencetakan karakter murid. Tantangan persoalan ini memang sangat sulit bagi seorang guru karena keterbatasan kontrolling pada murid kerap membuatnya kecolongan. Disamping itu, dalam menghadapi era globalisasi guru dituntut meningkatkan profesionalitasnya sebagai pengajar dan pendidik.
Untuk itu dalam peningkatan kualitas pengajaran, guru harus bisa mengembangun tiga intelegensi dasar siswa. Yaitu: intelektual, emosional, dan moral. Tiga unsur itu harus ditanamkan pada diri murid sekuat-kuatnya agar terpatri dalam dirinya. Kemudian sistem pembelajaran yang kreatif dan inovatif juga menjadi penting bagi guru, sehingga dapat megembangkan seluruh potensi diri siswa, dan memunculkan keinginan bagi siswa untuk maju yang diikuti ketertarikan untuk menemukan hal-hal baru pada bidang yang diminati melalui belajr mandiri (self study) yang kuat. Dengan perkembangan bidang teknologi informasi semakin mendorong dalam kemajuan bidang ilmu pengetahuan, sehingga dunia pendidikan harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan semaksimal mungkin dan nantinya dapat mengembangkan prestasi dari siswa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubahperkembangan prestasi siswa. Sehingga kita tidak akan kehilanganbakat-bakat berpotensi yang dimiliki oleh Bangsa. 

D. KESIMPILAN
Globalisasi telah menciptakan dunia yang semakin terbuka dan saling ketergantungan antarnegara dan antarbangsa. Hal itu juga berimbas pada perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya terhadap perkembangan prestasi siswa yang tidak dapat dilepaskan dari pengaruh perkembangan arus globalisasi, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat.
Akibat adanya budaya global terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi akan menimbulkan dampak, baik positif maupun negatif terhadap perkembangan prestasi siswa.
Maka dari itu, untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan, terutama dampak negatif diperlukan adanya upaya penanggulangan atau langkah antisipasi. Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubahperkembangan prestasi siswa. Sehingga kita tidak akan kehilangan bakat-bakat berpotensi yang dimiliki oleh Bangsa
Sejauh sebelum Amerika serikat terbentuk sebuah negara, kekuatan yang mengatur dan mengendalikan tanah yang baru tersebut adalah terorisme, pemusnahan masal, perang biologi melalui penyebaran kuman-kuman dan penyakit-penyakit terhadap penduduk aslinya. Salah satu penyerangan yang tercatat dalam sejarah adalah yang dilakukan oleh Jendral Jeffrey Amherst. Beberapa data yang tertuang dalam The Atlas of the North American Indian, and the Conspiracy of Pondtiac and the Indian War after the Conquest of Canada, menunjukan bahwa pahlawan militer yang terkenal ini, telah "menyetujui" pendistribusian selimut dan sapu tangan yang teh terkontaminasi bibit cacar untuk dipergunakan alat perang wabah penyakit terhadap Indian Amerika.
Beberapa ada bukti tulisan beberapa surat yang ditulis sendiri oleh Jendral Jeffrey Amherst. Dalam Suratnya kepada Kolonel Henry Bouquet, Komandan angkatan bersenjata Inggris, Jendral Jeffrey Amherst bertanya :
"Tidak bisakah diatur suatu cara bagi pengiriman bibit campak kepada suku-suku Indian yang tidak menyenangkan itu? Dalam hal ini kita harus menggunakan berbagai strategi untuk mengurangi jumlah mereka.".
Henry Bouquet menjawab..
“Saya akan mencoba untuk menularkan penyakit tersebut kepada mereka melalui selimut-selimut yang akan jatuh ke tangan mereka dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak ikut tertular.”
.

1 komentar:

Perkambangan Seni Budaya Dalam Blog Lain